Puruk Cahu-Bupati Heriyus secara resmi melepas kontingen  mewakili Kabupaten  Murung Raya untuk mengikuti Festival Budaya Isen Mulang, yang diselenggarakan oleh Pemprov Kalimantan Tengah pada 17-23 Mei mendatang di Kota Palangka Raya.

Bupati Heriyus juga berpesan  agar seluruh kontingen yang mengikuti Festival Budaya Isen Mulang jaga nama baik Murung Raya, juga menjaga kesehatan, sehingga pada saatnya kondisi fisik betul-betul sehat dan siap bertanding.

“Saya ingin menekankan, bahwa keberangkatan kalian bukan hanya soal meraih juara. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan semangat juang, sportivitas, disiplin, dan kerja keras yang menjadi ciri khas daerah kita tercinta Murung Raya, Menang atau kalah adalah hal biasa, yang terpenting adalah memberikan yang terbaik dan berjuang dengan sepenuh hati,” tambah Heriyus didampingi Wakil Bupati Rahmanto Muhidin serta dihadiri Wakil Ketua I DPRD Dina Maulidah, kepala OPD serta tamu undangan lainnya.”hal itu sampaikan di halaman Kantor Bupati  Puruk Cahu, Rabu (13/5).

Dalam kesempatan itu juga Heriyus juga menjelaskan Kabupaten Murung Raya akan terus berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh provinsi, walaupun saat ini mengalami efisiensi anggaran.

“Kami berkomitmen akan terus berpartisipasi, seperti di tahun 2026 ini kita sudah persiapkan untuk mengikuti festival budaya, mengikuti Porprov serta menjadi tuan rumah MTQ Korpri tingkat provinsi,” jelas Heriyus.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Murung Raya, Putu Suranta saat menyampaikan laporan jumlah kontingen Murung Raya yang mengikuti lomba sebanyak 118 orang, serta ditambah pelatih, official serta OPD pendamping sehingga total kontingen Murung Raya yang berangkat ada sebanyak 225 orang.

“Karena memerlukan persiapan matang untuk mengikuti lomba pawai budaya, maka ada sudah tim yang sudah berangkat. Adapun jumlah lomba yang diikuti Murung Raya di FBIM kami ini sebanyak 12 cabang,” Tutupnya.

Adapun tujuan mengikuti festival itu menurut Putu selain untuk memeriahkan ajang tersebut, juga sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk selalu melestarikan serta menumbuhkembangkan kekayaan budaya daerah, memperkenalkan budaya serta olahraga tradisional juga sebagai upaya mempertahankan kearifan lokal.