Puruk Cahu-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya menunjukkan respons cepat dalam menangani krisis bahan bakar minyak (BBM) yang sempat meresahkan masyarakat.

Bupati Heriyus membentuk tim khusus (Timsus) yang bertugas untuk mengawasi pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini sulit didapatkan di tingkat pengecer di wilayah Murung Raya, Adapun Tim khusus ini melibatkan dinas terkait, unsur Forkopimda, serta aparat keamanan,” pada Sabtu,09/05/2026 di  Aula Setda gedung A di Puruk Cahu.

Bupati Heriyus mengatakan dengan tegas bahwa Pemkab tidak ingin masyarakat terus terbebani akibat kelangkaan maupun lonjakan harga BBM tingkat pengecer yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Kita ingin persoalan ini segera ditangani bersama. Pemkab Murung Raya bersama seluruh pihak terkait harus bergerak cepat mencari solusi agar distribusi BBM kembali normal dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan BBM,” tegas Heriyus.

Rakor tersebut turut  dihadiri unsur Forkopimda, OPD terkait, sejumlah camat, aparat keamanan, pengelola SPBU untuk membahas langkah penanganan serta solusi terhadap distribusi dan stabilitas harga BBM di wilayah Murung Raya.

Bupati Heriyus juga berharap agar seluruh leading sektor, baik dari pemerintah daerah maupun kecamatan untuk terus melakukan pemantauan di lapangan, termasuk memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman serta tidak adanya praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM.

”Kita sama-sama mendengar tadi alasan dari pihak SPBU yang beberapa hari terakhir mengalami kendala karena terlambat distribusi akibat adanya gangguan teknis pada armada pengangkut BBM di perjalanan. Untuk saat ini katanya telah kembali normal dan penyaluran ke SPBU sudah berjalan sebagaimana mestinya,” jelas Heriyus.

Heriyus juga meminta agar tim khusus yang dibentuk ini melakukan pengawasan terhadap jalur distribusi BBM agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menaikkan harga secara sepihak sehingga memberatkan masyarakat.

Selain itu Bupati Heriyus menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying dan serta tetap mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku dalam pembelian BBM.

”Saya juga meminta para pelaku usaha maupun masyarakat yang melakukan aktivitas penjualan BBM tetap menjaga ketertiban, tidak melakukan penimbunan, serta bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi BBM demi kepentingan masyarakat luas,” demikian Heriyus.(LNM)