Puruk Cahu – Kondisi kabut asap yang saat ini melanda wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), khususnya di Kabupaten Murung Raya menjadi perhatian serius dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Murung Raya, Rejikinoor, secara tegas meminta agar pemerintah daerah tidak lagi bersikap reaktif dalam menghadapi bencana tahunan dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini.

“Pola penanganan bencana kabut asap selama ini saya nilai terlambat baru bergerak setelah bencana benar-benar terjadi di tengah masyarakat,” kata Rejikinoor saat ditemui di kantor DPRD di Puruk Cahu, Senin (31/8).

Rejikinoor menekankan pentingnya langkah antisipasi yang terstruktur dan terencana matang jauh-jauh hari sebelum kualitas udara memburuk secara signifikan seperti saat ini terjadi.

Sebagai langkah konkret pencegahan ke depan, Rejikinoor meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Murung Raya agar segera menyiapkan ruangan khusus penanganan dampak kabut asap di semua fasilitas kesehatan, terutama di RSUD Puruk Cahu.

“Ruangan khusus tersebut harus dirancang secara representatif yang tentunya dilengkapi dengan sarana penunjang medis yang memadai,” tambah politisi dari PPP itu lagi.

Selain fasilitas ruangan, ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel medis yang selalu siaga di pos-pos pelayanan tersebut. Keberadaan petugas kesehatan yang siaga 24 jam diyakini mampu memberikan respon cepat bagi warga yang mulai merasakan keluhan kesehatan akibat udara yang tercemar.

Tidak hanya berhenti pada penyediaan ruang medis biasa, Rejikinoor turut mengusulkan perlunya aksi nyata lain berupa penyediaan rumah oksigen bagi warga terdampak.

“Rumah oksigen ini dinilai sangat mendesak untuk dihadirkan guna membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan udara bersih di tengah pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kalteng secara umum dan Murung Raya khususnya,” tambah Rejikinoor.

Kehadiran infrastruktur pendukung seperti ruang khusus dan rumah oksigen diyakini Rejikinoor sangat penting agar pemerintah daerah memiliki kesiapan penuh dalam melakukan penanganan cepat bila terjadi situasi serupa di kemudian hari.

“Langkah preventif itu saya yakin efektif dalam menekan serta mencegah lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di kalangan masyarakat luas. Kemudian biarpun kabut asap nanti mereda peralatan tersebut bisa dikembalikan ke dinas dan dapat digunakan lagi bila diperlukan,” jelasnya.

Di samping masalah kesiapan fasilitas kesehatan, Rejikinoor juga tidak lupa menyampaikan himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan meminta dengan agar warga tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memperparah kondisi kabut asap di tengah musim kemarau saat ini.lnm