PURUK CAHU – Masyarakat di wilayah Kabupaten Murung Raya dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keselamatan diri saat beraktivitas di Sungai Barito, terlebih bagi anak-anak yang sering mandi maupun bermain di aliran sungai tersebut.

Imbauan ini disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Murung Raya, Bebie, S.Sos., S.H., S.P., M.M., M.A.P., saat memberikan pernyataan pada Rabu (2/9/2026). Seruan ini muncul sebagai respon terhadap pengalaman masa lalu, di mana kondisi air sungai baik saat surut maupun saat banjir pernah menimbulkan musibah yang tidak diinginkan.

“Kita mengimbau kepada semua lapisan masyarakat Murung Raya, agar senantiasa waspada apabila anak-anak maupun warga lainnya hendak mandi atau bermain air di Sungai Barito,” tegasnya.

Menurut Bebie, masyarakat perlu mengambil pelajaran berharga dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya. Karakteristik aliran Sungai Barito dapat berubah secara tiba-tiba, sehingga setiap aktivitas di perairan ini harus dilakukan dengan kehati-hatian yang tinggi.

“Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, baik saat air surut maupun saat banjir, pernah terjadi musibah yang serupa. Percaya atau tidak itu tergantung pandangan masing-masing, namun sikap waspada menurut saya tidak akan pernah merugikan kita,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar imbauan ini menjadi perhatian bersama, khususnya bagi para orang tua untuk selalu memberikan pengawasan penuh terhadap anak-anak mereka saat berada di sekitar bantaran sungai.

“Semoga hal ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi kita semua, dan semoga ke depannya tidak ada lagi korban yang jatuh,” ujarnya berharap.

Bebie menegaskan kembali bahwa keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda, merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Kehadiran pengawasan ketat dari orang tua serta kesadaran penuh kewaspadaan dari seluruh elemen masyarakat dinilai sebagai kunci utama agar musibah di Sungai Barito tidak terulang kembali.

Berdasarkan catatan yang ada, tercatat bahwa pada musim kemarau saat ini di mana debit air Sungai Barito sedang menurun, sudah terjadi dua kasus kehilangan nyawa akibat tenggelam yang menimpa anak-anak. Kejadian tersebut tercatat terjadi di wilayah Kecamatan Laung Tuhup dan Kecamatan Murung.lnm